Minggu, 13 April 2008

BASIC KNOWLEDGE ABOUT PHONE CAMERA TECHNOLOGY

Teknologi Kamera di Ponsel: Apa Perlu?


KAMERA tradisional dengan film sudah mulai ditinggalkan, walaupun masih banyak yang menggunakannya, baik di lingkungan pemotret profesional maupun amatir. Kamera digital berjaya dalam segala keadaan karena tidak memerlukan biaya untuk sekadar melihat hasil jepretan, sekaligus dapat disimpan di komputer dan dicetak seperlunya.

Teknologi kamera digital yang dikembangkan secara bersama-sama antara perusahaan lensa, mikrocip, dan pembuat sensor cahaya akhirnya menjadi sangat revolusioner, sampai seluruh perangkat yang memungkinkan dipasangnya kamera dilakukan sebaik-baiknya. Integrasi yang dilakukan kamera digital adalah menggabungkannya dengan telepon seluler atau ponsel yang semakin lama semakin beragam fungsinya, tidak hanya sekadar untuk menelepon.

Ponsel yang awalnya hanya untuk menelepon perlahan dilengkapi dengan program- program canggih sehingga pemakainya akan sangat bergantung pada ponsel tersebut. Dimulai dengan memperbanyak buku alamat di ponsel, yang awalnya hanya 100-an data berkembang menjadi 200, dan sekarang tidak terbatas tergantung memori yang tersedia.

Setelah meningkatkan kemampuan menyimpan alamat dan nomor telepon, pihak pengembang produk ponsel yang sangat ketat persaingannya tidak tinggal diam, mereka mulai melakukan integrasi ke sistem operasi yang banyak dipakai, seperti Pocket PC, Symbian, Linux, dan PalmOne. Dengan tersedianya sistem operasi, kreativitas produsen ponsel semakin tidak terbatas karena seluruh aktivitas dari ponsel dapat ditambah maupun dikurangi dengan hanya menambah atau mengurangi program yang ada di dalamnya.

Menarik kalau melihat perkembangan produsen ponsel dalam mencari sistem yang terbaik yang mereka gunakan karena satu-satu integrasi dengan dunia luar harus mereka pertimbangkan, mulai dari koneksi ke komputer melalui kabel USB atau serial, kemudian komunikasi Bluetooth atau Wireless LAN, juga teknologi iRDA (infra merah) yang sudah jarang dipakai tapi masih bermanfaat bagi kegiatan kita.

Yang menarik adalah penambahan fungsi kamera digital, sepertinya merupakan keharusan bagi semua jenis dan merek ponsel yang beredar di pasaran. Karena, jika produsen tidak menambahkan fungsi kamera di ponselnya, pasti mereka akan kalah bersaing di pasar.

Pada awal 1990-an ponsel bersanding dengan PDA (Personal Digital Assistants). Ponsel hanya melulu untuk menelepon, sedangkan PDA membantu menyimpan dan mengolah data. Dan dalam kurun waktu sekitar 10 tahun keduanya sudah digabungkan. Demikian juga dengan kamera, yang awalnya masih terpisah dengan ponsel dan PDA, tapi akhirnya semua tergabung dalam satu genggaman.

Kamera digital yang dipasang di ponsel relatif masih tidak yang terbaik kualitas dan unjuk kerjanya. Pertama karena anggaran untuk peranti kameranya sangat terbatas, jangan sampai harga ponsel menjadi mahal hanya karena menggunakan teknologi kamera digital dengan 5 juta piksel. Faktor kedua, ukuran yang tidak bisa semaunya karena ponsel yang ukurannya semakin besar kemungkinan dihindari oleh pembelinya.

Pixel adalah picture element, yaitu satu titik dilayar LCD atau di sensor peka cahaya kamera. Jumlahnya bervariasi, mulai dari yang paling rendah 320 x 240 (76.800 piksel) sampai 14 megapiksel. Semakin banyak pikselnya, hasil jepretan kamera semakin sempurna, apalagi jika ingin diperbesar nantinya.

Pada umumnya, kamera untuk ponsel berkisar pada resolusi VGA komputer, yaitu 640 x 480 piksel atau sekitar 307.200 piksel. Ada beberapa model yang menawarkan jumlah piksel sampai 1,3 juta, sudah tentu yang terintegrasi dengan fungsi-fungsi PDA dan harganya sedikit lebih mahal. Kita semua masih berharap teknologi kamera ponsel ini masih berkembang, terutama dengan penambahan semua fasilitas standar yang intinya adalah dapat mengambil gambar di setiap kesempatan. Karena kini untuk mengambil gambar dengan kamera ponsel ada banyak syarat yang harus dilakukan supaya tangkapan gambarnya sesuai dengan yang diharapkan.

Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah kita butuh kamera di ponsel kita? Sangat sulit menjawab pertanyaan ini karena alasan kita membeli ponsel dengan kamera berbeda-beda.

Satu hal yang bisa dikupas secara teknis-praktis, sampai saat ini kamera di ponsel hanya terbatas sebagai alat tambahan untuk mengambil gambar. Dan memiliki berbagai keterbatasan, seperti harus digunakan di ruangan yang terang, tidak boleh terlalu jauh, tidak bisa mengatur kondisi pencahayaan, serta terbatasnya fungsi standar fotografi yang lazim dipakai. Beberapa produsen sudah bereksperimen dengan menambahkan lampu kilat di kamera ponsel yang mereka pasang, hanya kualitasnya memang minimal belum memuaskan apalagi untuk keperluan dokumentasi.

Kamera ponsel saat ini sebetulnya hanya terbatas pada peranti tambahan supaya ponsel lebih beragam fungsinya dan kita dapat mengambil gambar yang mungkin tidak pernah kita lihat lagi di saat yang berbeda. Kalau mengacu pada kebutuhan dokumentasi standar yang setara dengan kamera biasa, sepertinya masih belum dapat diandalkan karena selain keterbatasan kameranya, ponsel juga sampai sekarang masih bermasalah pada baterainya, sering kali mati di tengah jalan hanya karena lupa mengisi ulang.

Sebelum kita membeli ponsel yang dilengkapi dengan kamera biasanya kita membayangkan betapa mudahnya mengambil momen-momen yang sangat bersejarah. Namun, apabila kita sudah memiliki ponsel berkamera itu, rasanya tidak sebulan sekali kita mengambil foto dari kamera ponsel. Dan mungkin juga kita lupa ponsel yang ada di saku mempunyai kemampuan untuk mengambil gambar-gambar yang kita lihat.

Kualitas kamera untuk ponsel akan semakin membaik, apalagi jika produksinya sudah sampai ratusan juta unit, maka harganya akan semakin murah dan terjangkau. Hanya saat ini fungsi kamera ponsel semata- mata untuk pelengkap ponselnya dan memotret obyek secara tidak serius, walaupun dampak nonteknisnya akan sangat besar sekali. Seperti kejadian kasus Sukma-B’jah yang lumayan membuat semua orang terkejut, melihat gambar yang kualitasnya tidak sempurna tapi cukup bisa diterima.

Kesimpulannya adalah dalam keadaan di mana kita terpaksa membeli ponsel dengan kamera di dalamnya, yang notabene harus merogoh kantong lebih dalam lagi karena fitur kamera digital di dalam ponsel sudah merupakan standar yang sudah tidak bisa ditolak lagi dan sepertinya sudah given dari produsennya.

Tinggal kita optimalisasi saja kamera ponsel tersebut sampai titik yang paling maksimum, terutama untuk kebutuhan yang mendadak dan tidak perlu mempertimbangkan kualitas gambar yang diambil.(By Pinantu)

GAMBAR PONSEL DENGAN KAMERA RESOLUSI TINGGI DARI NOKIA YANG COMING SOON!



GAMBAR HANDPHONE BERKAMERA RESOLUSI TINGGI SONYERICSSON




Spesification


3G Network 3G UTMS: 850 / 1900 / 2100MHz


Network Quad Band GSM: 1900 / 850 / 1800 / 900 (Works Worldwide)


Display 262,000 Color Display


Dimensions 102 x 48 x 17 mm


Weight 118g


Features

5 Megapixel Cyber Shot Phone
Auto Focus
Media Manager
40 MB Phone Memory
SanDisk MicroSD / Transflash Support
EDGE
Accelerometer - auto-rotate: Enjoy your pictures in portrait or landscape mode. To move between modes, simply rotate the phone and the picture follows.
Push email: Instant email on your mobile phone, just like on your home computer. Messages are sent directly to your phone as soon as they arrive.
Video call
Red eye reduction
Xenon Flash
Video Recorder
Speakerphone
Video Stabiliser
Bluetooth with A2DP (Stereo Bluetooth)
Media Player
Web Browser
Alarm Clock

Rabu, 09 April 2008

TECHNOLOGY OF PHONE CAMERA

KAMERA PONSEL DI INDONESIA PERKEMBANGANYA DI MULAI OLEH VENDOR SONYERICSSON YANG MELUNCURKAN K800i PADA TAHU 2006 DIIKUTI OLEH VENDOR NOKIA YANG MELUNCURKAN NOKIA N95 YANG BERKEKUATAN 5 MEGAPIXEL SERTA JUGA ADA KABAR TENTANG NOKIA N96 YANG AKAN DI LUNCURKAN DENGAN KEKUATAN 8 MEGAPIXEL.DI WEB INI ANDA DAPAT MENGETAHUI PERKEMBANGAN PONSEL DI ATAS.SELAMAT MENCOBA

Yahoo! Search

Horoscope

PEMUTAR MUSIK DARI BLOG OLDIMAS